Mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PSC 119 Gumas Siaga menyediakan Rumah Oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Fasilitas ini disiapkan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap kondisi udara yang memburuk akibat asap karhutla. Rumah Oksigen dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk, maupun gangguan pernapasan lainnya akibat paparan asap. Jam pelayanan Rumah Oksigen berlangsung dari hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Petugas PSC 119 Gumas Siaga melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan bantuan oksigen. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Selain menyediakan oksigen, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.

PSC 119 Gumas Siaga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap serta segera melapor atau mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan yang semakin berat. Penyediaan Rumah Oksigen ini menjadi salah satu langkah pelayanan kemanusiaan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla yang terjadi di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2026 Bupati Kabupaten Gunung Mas melakukan kunjungan ke PSC 119 Gumas Siaga untuk meninjau secara langsung fasilitas rumah oksigen yang disiapkan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung kesiapan rumah oksigen, termasuk fasilitas pendukung serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen akibat menurunnya kualitas udara yang dipengaruhi asap karhutla. Rumah oksigen ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan seperti sesak napas, batuk, maupun gangguan pernapasan lainnya akibat paparan asap. 

Bupati menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran terkait dalam menghadapi dampak karhutla, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran.

Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, diharapkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan. Melalui keberadaan rumah oksigen di PSC 119 Gumas Siaga, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap masyarakat yang terdampak asap karhutla dapat memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan perlindungan masyarakat di tengah potensi dampak karhutla yang dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan warga.

SUMBER BERITA : BIDANG PSDK