PRI Tumbang Miri

Visi Puskesmas Tumbang Miri adalah:

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT

KAHAYAN HULU UTARA  SEHAT

YANG MANDIRI  DAN  BERKEADILAN

Visi Puskesmas Tumbang Miri mengandung makna bahwa Puskesmas Tumbang Miri mampu mendorong pembangunan berwawasan kesehatan dan kemandirian masyarakat dalam mewujudkan lingkungan hidup yang sehat dan berperilaku sehat dengan menggerakkan potensi yang ada di masyarakat Kahayan Hulu Utara, menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, adil dan berkualitas bagi semua penduduk, guna memperoleh derajat kesehatan yang optimal, sebagai perwujudan hak asasi manusia di bidang kesehatan.

Misi Puskesmas Tumbang Miri tahun 2017 – 2021 adalah sebagai berikut:

  1. Mendorong kemandirian dan membudidayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat
  2. Meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat berserta lingkungan dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif
  3. Meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan.
  4. Meningkatkan manajemen pelayanan kesehatan dan kerjasama lintas sektor di wilayah kerja
  5. Meningkatkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan medis dan non medis yang berkualitas.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan kesehatan guna mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya sehingga terwujud kecamatan sehat, Puskesmas Tumbang Miri menginternalisasikan nilai-nilai organisasi yaitu:

M: MUTU, dalam menjalankan tugasnya, Puskesmas Tumbang Miri selalu memberikan mutu pelayanan yang terbaik dan sesuai dengan standar

I: INTEGRITAS, seluruh petugas di Puskesmas Tumbang Miri menjunjung tinggi integritas yang baik agar tercipta tata kelola institusi berjalan dengan profesional

R: RESPONSIF, Puskesmas Tumbang Miri memberikan respons cepat dan tepat dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan

I: IKHLAS, Puskesmas Tumbang Miri menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan ikhlas untuk masyarakat

Puskesmas Tumbang Miri terletak di Kelurahan Tumbang Miri, KecamatanKahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas. Kecamatan Kahayan Hulu Utama bejarak sekitar 100 km dari ibukota Kabupaten Gunung Mas dengan waktu tempuh sekitar 120 menit. Puskesmas Tumbang Miri berdiri pada tahun 1976. Puskesmas ini mulai memberikan pelayan rawat inap pada tahun 2008 hingga sekarang. Adapun puskesmas ini memiliki batas wilayah sebagai berikut:

  • Utara      : Kecamatan Miri Manasa dan Kecamatan Damang Batu
  • Timur      : Kabupaten Kapuas
  • Barat      : Kecamatan Rungan Hulu
  • Selatan   : Kecamatan Tewah

Luas wilayah kerja PuskesmasTumbang Miri, Kecamatan Kahayan Hulu Utara adalah 1.589 Km2.Topografi wilayah Kecamatan Kahayan Hulu Utara merupakan daerah daratan rendah dan perbuktian serta dilalui oleh tiga aliran sungai yaitu Sungai Kahayan, Sungai Miri, dan Sungai Hamputung. Puskesmas Tumbang Miri memiliki 11 desa dan 1 kelurahan yaitu:

  • Kelurahan Tumbang Miri
  • Desa Tumbang Pasangon
  • Desa Teluk Kanduri
  • Desa Dandang
  • Desa Batu Tangkoi
  • Tumbang Hamputung
  • Tumbang Tajungan
  • Tumbang Takaoi
  • Tumbang Korik
  • Tumbang Ponyoi
  • Penda Rangas
  • Tumbang Sian

Kondisi status derajat kesehatan masyarakat dalam suatu daerah dapat dilihat dari angka kematian, kelahiran, serta kesakitan dalam suatu daerah. Kematian bayi baru lahir dan kematian ibu merupakan salah satu aspek yang perlu diketahui karena ibu dan bayi baru lahir merupakan kelompok populasi yang berisiko pada kematian. Angka mortalitas dan morbiditas ini berguna dalam perencanaan pelayanan kesehatan.

  1. ANGKA KEMATIAN

Gambar 1. Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi Baru Lahir Tahun 2017

Pada tahun 2017, terdapat 161 kelahiran bayi dengan 158 lahir hidup dengan 3 lahir mati.Artinya dalam kecamatan Kahayan Hulu Utara ini, kemungkinan terjadi 19 bayi lahir mati  pada setiap 1.000 penduduk. Hal ini disebabkan oleh masih tingginya angka pertolongan persalinan yang dilakukan oleh bidan kampung sehingga terjadi komplikasi persalinan yang berdampak pada meningkatnya jumlah kematian bayi baru lahir dibandingkan pada tahun 2016.

Gambar 2. Jumlah Kematian Neonatal, Bayi, dan Balita Tahun 2017

Selain kematian bayi baru lahir (neonatus), terdapat juga kematian pada balita di Kahayan Hulu Utara pada tahun 2017 sebanyak 2 kematian. Kematian balita ini terdapat di Desa Tumbang Pasangon dan Desa Dandang yang mana penyebabnya adalah tenggelam dan sakit. Secara epidemiologi, di Kahayan Hulu Utara kemungkinan terjadi kematian balita 13 kasus per 1.000 kelahiran hidup.

  • ANGKA KESAKITAN

Angka kesakitan dalam suatu populasi dilihat dari capaian kinerja bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit terutama pada kelompok penyakit menular langsung.

  1. Tuberkulosis

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Dengan berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, insidens dan kematian akibat tuberkulosis telah menurun, namun India, Indonesia dan China merupakan negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak yaitu berturut-turut 23%, 10% dan 10% dari seluruh penderita di dunia (WHO, Global Tuberculosis Report, 2015).

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularannya adalah pasien TB BTA (bakteri tahan asam) positif melalui percikan dahak yang dikeluarkannya. TB dengan BTA negatif juga masih memiliki kemungkinan menularkan penyakit TB meskipun dengan tingkat penularanyang kecil.

Pada tahun 2017, terdapat 16 kasus TB terkonfirmasi bakteriologis BTA (+) dewasa dan 7 TB anak usia 0-14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Miri. Kasus TB BTA (+) terbanyak terdapat di Desa Dandang sebanyak lima kasus diikuti oleh luar wilayah sebanyak 4 kasus. Dari 16 kasus tersebut, terdapat 5 penderita (31.25%) yang telah mengikuti pengobatan lengkap dan sembuh. Selain itu, terdapat pula kematian selama pengobatan pada pasien TB BTA (+) sebanyak 1 kasus.

  • Pneumonia

Pneumonia merupakan penyebab dari 15% kematian balita, yaitu diperkirakan sebanyak 922.000 balita di tahun 2015. Populasi yang rentan terserang pneumonia adalah anak-anak usia kurang dari 2 tahun, usia lanjut lebih dari  65 tahun dan orang yang memiliki masalah kesehatan (malnutrisi, gangguan imunologi).

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, jamur dan bakteri. Gejala penyakit pneumonia yaitu menggigil, demam, sakit kepala, batuk, mengeluarkan dahak, dan sesak napas. Salah satu cara pengendalian penyakit ini adalah dengan meningkatkan cakupan penemuan kasus pneumonia.

Pada tahun 2017, ditemukan 2 kasus pneumonia dari 94 perkiraan kasus. Hal ini menunjukkan bahwa masih sebesar 2.1% cakupan penemuan kasus pneumonia di Kec. Kahayan Hulu Utara. Oleh karenanya, perlu dilakukan peningkatan upaya penemuan kasus agar menghindari terjadinya kematian pada balita.

Gambar 3. Jumlah Kasus Pneumonia Balita yang Ditemukan dan Ditangani Tahun 2017

  • Kusta

Penyakit kusta disebut juga sebagai penyakit Lepra atau penyakit Hansen disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini mengalami proses pembelahan cukup lama sekitar 2–3 minggu. Daya tahan hidup kuman kusta mencapai 9 hari di luar tubuh manusia. Kuman kusta memiliki masa inkubasi 2–5 tahun bahkan juga dapat memakan waktu lebih dari 5 tahun pada tubuh manusia. Di Kahayan Hulu Utara pada tahun 2017 terdapat tiga kasus kusta Multi Basilar (MB)/ kusta basah yang tercatat yaitu di Desa Tumbang Tajungan. Sebesar 66.7% penderita kusta berjenis kelamin laki-laki pada kelompok usia diatas 50 tahun.

Gambar 4. Jumlah Prevalensi Penyakit Kusta Tahun 2017

  • Diare

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan dengan tinja yang lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya.

Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Tahun 2017, terdapat 194 kasus diare yang ditemukan dan ditangani di Puskesmas Tumbang Miri. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan kasus diare tahun 2017 yaitu 185 kasus. Jumlah kasus diare di Kec. Kahayan Hulu Utara ini meningkat pada bulan-bulan Juli hingga September setiap tahunnya.

Gambar 5. Jumlah Kasus Diare Tahun 2017

  • Filariasis

Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh parasit berupa cacing filaria, yang terdiri dari tiga spesies yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayidan Brugia timori. Penyakit inimenginfeksi jaringan limfe (getah bening). Filariasis menular melalui gigitan nyamuk yang mengandung cacing filaria dalam tubuhnya. Dalam tubuh manusia, cacing tersebut tumbuh menjadi cacing dewasa dan menetap di jaringan limfe sehingga menyebabkan pembengkakan di kaki, tungkai, payudara, lengan dan organ genital.

Di Kahayan Hulu Utara pada tahun 2017 tidak ditemukan masyarakat yang menderita penyakit filariasis. Walau demikian, sesuai dengan kebijakan nasional pemberantasan penyakit filariasis, Puskesmas Tumbang Miri melakukan upaya Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis di daerah endemis sekali setahun selama lima tahun berturut-turut (obat yang dipakai: DEC (DiethylcarbamazineCitrate) 6 mg/kg BB dikombinasikan dengan Albendazole 400 mg) untuk memutuskan mata rantai penularan filariasis.

  • Malaria

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia, ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina, dapat menyerang semua orang baik laki-laki ataupun perempuan pada semua golongan umur dari bayi, anak-anak dan orang dewasa. Tahun 2017, terdapat 13 kasus positif malaria dari 156 sediaan darah yang diperiksa secara mikroskopis ataupun menggunakan RDT (Rapid Diagnostic Test)dengan kasus terbanyak dari Desa Batu Tangkoi (4 kasus) dan Desa Tumbang Ponyoi (4 kasus). Selain itu, 1 dari 13 kasus positif malaria meninggal selama proses pengobatan.

Gambar 6. Jumlah Kasus Malaria Tahun 2017

  • Kesehatan Jiwa

Kahayan Hulu Utara merupakan kecamatan dengan jumlah kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang banyak. Permasalah gangguan kejiwaan dengan pemasungan merupakan permasalahan prioritas Kabupaten Gunung Mas. Pada tahun 2017, kasus ODGJ yang ditemukan dan pertangani Puskesmas Tumbang Miri sebanyak 38 kasus dengan kasus terbanyak ditemukan di Kelurahan Tumbang Miri.

Gambar 7. Jumlah Pasien Gangguan Jiwa Tahun 2017

Kasus ODGJ ini perlu penanganan yang khusus dari dokter spesialis pada fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL) yang kemudian rujuk kembali ke Puskesmas untuk pemantauan pengobatannya. Sayangnya, dari 38 pasien ODGJ hanya sebanyak 7 pasien (18%) yang rutin berobat setiap bulan. Selain itu, tidak sedikit keluarga penderita yang tidak menginginkan ODGJ ini dirujuk karena permasalahan ekonomi. Biaya menuju rumah sakit serta biaya pelayanan selama di rumah sakit menjadi pertimbangan keluarga. Jika dilihat dari kepemilikan JKN, hanya sebesar 11% ODGJ yang menjadi peserta program JKN.

  • Jumlah 10 Penyakit Terbanyak berdasarkan Kunjungan Puskesmas

Gambar 8. Jumlah 10 Penyakit Terbanyak Tahun 2017

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa 10 penyakit terbanyak berdasarkan rekapitulasi kunjungan dan pelayanan luar gedung Puskesmas Tumbang Miri adalah penyakit tidak menular (PTM) sebanyak 673 kunjungan. Kemudian diikuti dengan penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) 493 kunjungan serta obs. Febris 192 kunjungan. Selain PTM, pada gambar diatas juga terdapat penyakit yang dapat mengakibatkan kematian seperti diare dan malaria. Hal ini menunjukkan bahwa beban penanganan masalah kesehatan masyarakat berlipat ganda untuk dapat mengendalikan penyakit infeksius, penyakit tidak menular, dan penyakit menular melalui vektor secara langsung.

Oleh karena itu, peran lintas sektor dan partisipasi masyarakat sangatlah penting untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kec. Kahayan Hulu Utara seperti digalakkannya upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) Posbindu PTM di setiap desa untuk mendeteksi dini faktor resiko PTM, pemeliharaan kondisi kesehatan lingkungan, akses air bersih, dan sebagainya.