KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menunjukkan taringnya dalam upaya mencetak generasi bebas stunting. Melalui Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S), Pemkab Gunung Mas melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, yang bertempat di Aula Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (27/4/2026).
Kegiatan krusial ini dihadiri langsung oleh Tim Penilai dari Provinsi Kalimantan Tengah, yang dipimpin oleh Plt. Kepala Bapperida Provinsi Kalteng serta Pembahas dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KBP3A) Provinsi Kalteng.
Wakil Bupati Gunung Mas, Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si, selaku Ketua TP3S, memaparkan secara komprehensif keberhasilan Kabupaten Gunung Mas dalam menekan angka prevalensi stunting. Didampingi oleh Kepala Bapperida Yantrio Aulia, M.Ec.Dev, Kepala Dinas P2KBP3A dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Rina Sari, MM beserta OPD terlibat Tim TP3S, Wakil Bupati menegaskan bahwa penurunan stunting di wilayahnya didukung oleh program yang terintegrasi dan regulasi yang kuat.
“Fokus intervensi diarahkan pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 3, dengan prioritas utama pada desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah. Kami memastikan program ini tepat sasaran bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS),” tegas Ibu Efrensia.
Kabupaten Gunung Mas memaparkan sederet inovasi yang menjadi “senjata” utama dalam penilaian, di antaranya:
- Kolaborasi CSR Perbankan: Perbaikan 6 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersama Bank Kalteng.
- Akselerasi KIE Gizi: Penyusunan buku saku PMT oleh Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si yang bekerja sama dengan CSR PT Sari Husada.
- PIRINGMAS: Inovasi digital berupa buku saku “Isi Piringku”.
- Ela Laya: Gerakan layanan nyata untuk promosi ASI Eksklusif.
- Intervensi Lapangan: Gerakan Aktifkan Posyandu, Bakti Sosial PKG, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh Tim PKK yang menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
- SI-LANTING: Program kolaborasi KKN Tematik antara Universitas Palangkaraya dan Pemkab Gunung Mas.
Tim Penilai memberikan apresiasi luar biasa terhadap progress capaian Aksi Konvergensi Web BinaBangda 2025 yang mencapai angka 100%. Prestasi ini semakin diperkuat dengan data SSGI dan SKI Kabupaten Gunung Mas yang berhasil berada di bawah 15%.
“Keterlibatan aktif pihak perbankan dan akademisi adalah poin plus yang sangat menonjol. Gunung Mas berhasil mempertahankan nilai konvergensi yang tinggi, dan kami berharap kabupaten lain dapat mencontoh strategi yang telah dilakukan di sini,” ujar Tim Penilai Provinsi.
Meski demikian, Tim Penilai juga memberikan masukan agar peran Corporate Social Responsibility (CSR) terus dimaksimalkan untuk keberlanjutan program. Perusahaan didorong untuk lebih terarah dalam mengalokasikan dana bagi penurunan prevalensi stunting agar memberikan dampak jangka panjang.
Menutup kegiatan, Wakil Bupati menekankan pentingnya penguatan monitoring dan evaluasi (monev) hingga tingkat desa. Dengan progress aksi konvergensi 2026 yang sampai saat bulan april ini sudah berada di angka 69%, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didorong untuk terus aktif mencari mitra baru dan memastikan seluruh bantuan, termasuk bantuan pangan bergizi, berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, dr. Rina Sari, M.M didampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Heriyanto, SKM., MM, menegaskan komitmen dalam mendukung pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Langkah konsisten ini menjadi bukti nyata dedikasi Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam mewujudkan daerah yang sehat, produktif, dan bebas stunting.
Sumber Berita : Bidang Kesmas Dinkes Gumas